MAKASSAR — Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sulawesi Selatan bersama Iqtishad Consulting Indonesia dan Bank Indonesia menyelenggarakan Sharia Economics Academic Development Forum 2026 di Hotel Al Madera, Kota Makassar, pada 26–27 Oktober 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Akselerasi Kompetensi Keilmuan dalam Merespons Dinamika Ekonomi dan Keuangan Syariah Kontemporer” ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas akademisi, khususnya dosen ekonomi syariah, agar mampu menjawab perkembangan industri, inovasi produk keuangan, digitalisasi, serta perubahan regulasi dan tata kelola syariah.
Forum akademik tersebut menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, regulator, industri, dan lembaga ekonomi syariah untuk memperkuat hubungan antara pengembangan keilmuan dan kebutuhan praktik profesional.
Dibuka dengan Sambutan Penyelenggara dan Bank Indonesia
Rangkaian acara diawali dengan sambutan panitia penyelenggara yang disampaikan oleh Direktur KDEKS Sulawesi Selatan, Dr. Rusdi. Sambutan berikutnya disampaikan oleh pimpinan Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan, yang memberikan perspektif mengenai arah kebijakan dan perkembangan ekonomi serta keuangan syariah di wilayah Sulawesi Selatan.
Presiden Direktur Iqtishad Consulting Indonesia, Associate Professor Agustianto Mingka, M.A., juga turut memberikan sambutan sekaligus berperan sebagai narasumber utama dalam forum tersebut.
Keterlibatan Agustianto dalam kegiatan ini menegaskan pentingnya penguatan metodologi keilmuan ekonomi syariah, terutama dalam merespons berbagai persoalan kontemporer yang berkembang di sektor ekonomi, keuangan, dan perbankan syariah.
Forum ini dirancang tidak sekadar menjadi ruang penyampaian materi, tetapi juga sebagai wadah pertukaran gagasan, diskusi akademik, dan pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Agustianto Mingka Bahas Metodologi Fikih dan Kompetensi Ijtihad
Dalam agenda akademik yang tercantum pada proposal, Associate Professor Agustianto Mingka dijadwalkan menyampaikan sejumlah materi utama, yakni metodologi yurisprudensi Islam dalam isu keuangan syariah kontemporer, kompetensi ijtihad dalam merespons perkembangan regulasi dan fatwa ekonomi serta keuangan syariah, serta penerapan kaidah fikih dalam inovasi produk dan digitalisasi keuangan syariah.
Ketiga materi tersebut memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan pengembangan keilmuan ekonomi syariah di perguruan tinggi.
Dinamika industri keuangan syariah menuntut akademisi tidak hanya menguasai teori dan konsep dasar, tetapi juga mampu menganalisis persoalan baru melalui pendekatan fikih, yurisprudensi Islam, dan maqashid syariah.
Kemampuan tersebut dibutuhkan agar pengembangan produk, layanan, dan praktik ekonomi syariah dapat dikaji secara komprehensif, dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip syariah serta perkembangan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, perubahan regulasi, perkembangan teknologi digital, inovasi model bisnis, dan penguatan tata kelola lembaga keuangan syariah memerlukan respons akademik yang adaptif dan berkelanjutan.
Perbankan Syariah dan Pengelolaan Keuangan Haji Menjadi Fokus Pembahasan
Selain materi dari Agustianto Mingka, forum ini juga dirancang menghadirkan pembahasan dari Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Bank Syariah Indonesia (BSI), serta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Materi yang diagendakan meliputi arah kebijakan dan perkembangan ekonomi serta keuangan syariah di Sulawesi Selatan, perkembangan industri perbankan syariah dalam menghadapi inovasi dan transformasi, serta penguatan kompetensi dan tata kelola pengelolaan keuangan haji.
Pembahasan tersebut diharapkan memberikan pemahaman yang lebih luas kepada peserta mengenai kebutuhan kompetensi di dunia profesional, sekaligus menjadi bahan pengembangan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Keterlibatan regulator dan pelaku industri juga diharapkan dapat memperkecil kesenjangan antara perkembangan praktik di lapangan dan materi keilmuan yang diajarkan di perguruan tinggi.
Melibatkan Dosen dari Berbagai Perguruan Tinggi
Berdasarkan proposal penyelenggara, kegiatan ini menyasar sekitar 50 dosen ekonomi syariah dari berbagai perguruan tinggi dan komisariat Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) di Sulawesi Selatan.
Sejumlah perguruan tinggi yang tercantum sebagai sasaran kegiatan antara lain Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, UIN Alauddin Makassar, Universitas Muslim Indonesia, Universitas Islam Makassar, Universitas Muhammadiyah Makassar, IAIN Bone, UIN Palopo, UIN Parepare, Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan, dan IAI Al Azhar Gowa.
Melalui forum ini, para akademisi diharapkan dapat memperkuat kemampuan metodologis dan analitis, memperbarui pemahaman terhadap perkembangan industri, serta mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Penguatan kapasitas dosen juga diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia ekonomi syariah, baik dalam lingkungan akademik maupun dalam praktik industri dan kelembagaan.
Memperkuat Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah
Penyelenggaraan Sharia Economics Academic Development Forum 2026 merupakan bagian dari upaya mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
Sinergi antara KDEKS Sulawesi Selatan, Bank Indonesia, Iqtishad Consulting Indonesia, IAEI, perguruan tinggi, dan lembaga terkait diharapkan dapat memperluas jejaring kerja sama serta mendorong lahirnya kajian dan inovasi yang menjawab tantangan ekonomi syariah kontemporer.
Melalui kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, penguatan kompetensi akademik diharapkan berjalan seiring dengan pemahaman terhadap kebutuhan industri, perkembangan regulasi, transformasi digital, dan penerapan prinsip syariah dalam aktivitas ekonomi.
Dengan demikian, forum ini diharapkan menjadi salah satu ruang strategis untuk memperkuat kualitas akademisi dan mempercepat pengembangan ekosistem ekonomi serta keuangan syariah yang profesional, adaptif, dan berkelanjutan, khususnya di Sulawesi Selatan dan Indonesia secara lebih luas.
Sharia Economics Academic Development Forum 2026 diselenggarakan pada 26–27 Oktober 2026 di Hotel Al Madera, Makassar, dengan tema “Akselerasi Kompetensi Keilmuan dalam Merespons Dinamika Ekonomi dan Keuangan Syariah Kontemporer”.

